Madilog

•Pandangan tentang tan malaka.

 

Tan malaka adalah seorang filsuf atau ahli berfikir yang hidup pada revolusi indonesi. Beliau menjadi salah satu tokoh yang karena pemikiran nya yang dianggap radikal dan menyeleweng dari aturan, banyak diburu oleh para imperialis.

 

tan malaka sendiri menganut paham – paham yang di bawakan oleh karl marx, engels, lenin dan banyak pemikir lainnya. Baik para pemikir matrealisme maupun dialektika. Pada era revolusioner, tan malaka ingin sekali rakyat indonesia terbebas dari belenggu para imperialis yang selalu berlaku sewenang – wenang, terutama dengan kaum proletar atau kaum buruh.

 

Tan malaka menganggap bangsa indonesia terlalu dipengaruhi oleh berbagai kekuatan gaib dan selalu berserah diri atas apa yang menimpanya ketimbang menangani sendiri segala permasalahan yang dihadapinnya. Mereka rakyat indonesia terlalu percaya akan kekuatan rohani ketimbang logika mereka sendiri, Akibatnya selalu di tindas oleh para orang berada atau para borjuis.

 

tan malaka menginginkan rakyat indonesia berpikir dengan mengunakan logika mereka, bahwa kehidupan di dunia ini selalu bersangkut paut dan saling berhubungan satu sama lain.

 

logika kegaiban sendiri menurut tan malaka di namai dengan ” LOGIKA MISTIKA ” yang  lebih bersifat kegaiban, oleh karena itu masyarakat indonesia mengadakan sesajen, mantra dan doa – doa.Tetapi menurut tan malaka, semua yang ada didunia ini selalu bersangkut paut dan saling berhubungan satu sama lain.

 

Dimana seharusnya kodrat atau kekuasaan lebih dahulu dibandingkan dengan rohani. seperti magnit yang menarik besi, sehingga kodratnya listrik bisa mengerakan mesin, bisa memberi panas dan cahaya .Tetapi kekuasaan atau kodrat listrik tidak bisa membuat zat baru, seperti orang,hewan, atau malah sebutir beras sekalipun listrik tidak bisa membuatnya. Jadi untuk ilmu alam kodrat atau kekuasaan itu tidak bisa terpisah dari benda.

 

Sama dengan teori evolusinya Darwin , dimana tumbuhan,hewan, dan manusia adalah hasil dari pertumbuhan yang lama . Beratus,beribu, bahkan berjuta – juta tahun.

 

dengan tumpulnya logika bangsa indonesia,para imperialis  atau bangsa jajahan ingin rakyat indonesia bodoh dalam masalah moral dan berfikir. karena dengan itu bangsa jajahan dapat dengan mudah memperkuat kekuasaannya.

 

Jika seandainya masyarakat indonesia berpikir dengan logika,maka rakyat indonesia terutama kaum proletar akan mampu merdeka dan hidup dengan makmur.

 

•Pandangan tentang komunis.

 

Komunis adalah suatu paham yang hendak menghapus hak milik perseorangan dan menggantinya dengan hak milik bersama yang dikontrol atau di kelola oleh negara.Dimana paham ini berarti segala sumber daya yang ada di negara tersebut dikuasai oleh pemerintah sementara rakyat hanya  bertindak sebagai produsen. dengan demikian maka setatus sosial,uang,dan negara tidak dibutuhkan. Karena hanya mementingkan kesejahteraan bersama ketimbang perseorangan.

 

komunisme menurut plato sendiri adalah suatu paham yang lebih mementingkan hak semua orang atau masyarakat ketimbang hak perseorangan .sedangkan menurut karl marx komunis adalah suatu manifesto komunis yang tidak mementingkan kelas sosial namun tetap aman dan tentram.

 

paham ini pertama kali muncul di rusia pada tahun 1917 yang dinamai dengan revolusi komunis. Setelah itu paham ini menyebar di seluruh dunia termasuk indonesia.dan pada saat itu indonesia sedang mengalami revolusi indonesia.

Terjadinya revolusi di indonesia tidak di sia – siakan oleh tan malaka untuk menyebarkan pahamnya kepada para pemuda dan rakyat indonesia untuk bersama – sama dalam mencapai kemerdekaan. Dengan berbakal pengalaman dan ilmu yang dia pelajari selama bertahun – tahun dalam perasingannya,tan malaka ingin mengubah masyarakat indonesia terutama kaum proletariat atau buruh untuk berfikir dan bertindak sama dengan negara – negara revolusi lain yang ada di dunia.

 

Akan tetapi,pahamnya tersebut tidak sesuai dengan ideologi pancasila,dan lebih mengesampingkan adanya HAM dan demokrasi.ideologi kumunis juga menganggap bahwa penganut agama cenderung lebih mengandalkan doa ketimbang melakukan usaha untuk mencapai sesuatu,sehingga komunis tidak menganggap adanya tuhan.

 

•Pandangan tentang sistem pemerintahan.

 

kata karl marx: orang itu memasuki suatu penghasilan sosial, yakni masyarakat berdasarkan perhubungan yang tentu. Perhubungan yang ditentukan, yakni tidak bergantung pada kemauanya sendiri, oleh perhubungan yang menghasilkan.Jumlah semua perhubungan menghasilkan inilah yang menjadi susunan ekonomi. Di atas susunan ekonomi inilah berdirinya politik dan hukum negara.

 

jadi, orang yang lahir dan memasuki masyarakat perbudakan tadi kata karl marx ialah hubungan budak dan tuan,ia tidak bisa keluar dari hubungan semacam itu.Begitu pula kalau ia memasuki masyarakat feodal,hubungannya mesti terikat pada hubungan feodalisme tadi. kalau ia lahir dalam masyarakat kapitalis, atau orang yang punya dan tidak berpunya. Akhirnya kalau dia masuk ke zaman konunisme, maka hubungannya ialah hubungan yang ada dalam masyarakat semacam itu pula: Hubungan pekerja dengan rekan kerjanya pula.

 

Hubungan dalam masing-masing jenis masyarakat tersebut pasti, tapi tidak ditentukan oleh kemauanya sendiri, melainkan bergantung kepada cara menghasilkan yang umum dalam masyarakat tersebut.Contohnya pada tenaga budak di zaman perbudakan, dan tenaga servis dengan perkakasnya di zaman feodalisme.

 

Hubungan kaum buruh dan kaum bermodal dalam menghasilkan itulah yang menjadi susunan ekonomi pada zaman kapitalisme.Dan juga susunan ekonomi itulah yang menjadi dasar dari hukum dan politik negara.

 

Pada pikiran kedua golongan yang bertentangan dalam masyarakat itu.pihak yang berpunya dan berkuasa yang berpandangan dan berpolitik, mau mempertahankan hukum dan tata negara yang cocok dengan keamanan harta kekuasaanya, sedangkan pada pihak kaum yang tak berpunya dan tertindas mempunyai cita-cita perlawanan dengan hukum dan politik yang ada, sehingga terjadi pertentangan sosial.

 

sehingga dalam sistem pemerintahan komunis dihapuskanlah sistem status sosial atau kelas sosial, agar tidak adanya kesenjangan sosial anatara si kaya dan si miskin. Karena sistem kelas sosial dianggap dapat menyengsarakan kaum tak berpunya.

 

Dalam bidang ekonomi sendiri,Negara yang menganut paham komunis sepenuhnya menguasai sistem perekonomian.Dimana modal,uang,dan alat-alat produksi di kuasai oleh pemerintah.Sehingga masyarakat hanya bertindak sebagai produsen.

 

Dalam bidang keagamaan,orang yang paham komunis sendiri tidak menganggap adanya tuhan karena orang yang beragama dinilai tiadak mau berusaha dan lebih mengandalkan doa ketimbang berusaha dalam mencapai sesuatu. Sehingga paham komunis sering diidentikan dengan orang ateis.

 

Sedangkan dalam praktiknya di bidang politik,negara komunis hanya menggunakan sistem satu partai saja yaitu partai komunis. Sehingga siapa saja yang di calonkan oleh partai politik tersebut akan mejadi penguasa di negara tersebut.

Facebook Comments Box

Dewi Susanti

1 comment

Tinggalkan Balasan ke Tan Malaka dan Garis Perjuangannya – Coretan Pelajar Cancel reply

WhatsApp chat