Kita dibodohi sejarah seumur hidup……..?

Jikalau ada pertanyaan lebih tua mana antara arah barat atau arah timur ? jawabannya pastilah lebih tua arah timur Ku jawab. Sebab ditimurlah manusia pertama ada(Nabi Adam. As) dan semua agama beseta ilmu pengetahuan awalnya berasal dari timur pula.
Tetapi istilah yang lebih tua atau yang lebih pertama muncul akan lebih berhasil itu tidak berlaku di planet bernama bumi ini. Semua itu berubah pasca perang Salib di abad 11 membuka mata bangsa Eropa bahwa negara Eropa sudah tertinggal jauh dalam beberapa aspek dibandingkan Negara bagian timur. Eropa yang dikuasai kekaisaran Romawi dengan Paus bersepakat melakukan Ekspansi ke wilayah timur, dunia penjelajahan pun dibagi dua wilayah antara Spanyol ke wilayah Utara dan Portugis ke wilayah Selatan maka meyebarlah para pelaut tersebut untuk melakukan penjelajahan dunia dengan dalih pembuktian teori bumi bulat, dan berdagang yang menyamarkan tujuan utamnya yaitu mencari Gold/Emas (kekayaan berupa barang daganagan yang laku dipasaran eropa seperti rempah) Glory (kekuasaan atau daerah jajahan baru) dan Gospel (penyebar luasan agama khatolik). Nusantara (Indonesia) masuk dalam kekuasaan portugis pada Awal abad ke 15 Alfonso Alberquerque tokoh pertama yang dapat menemukan dataran nusantara, tetapi hanya sekitaran Maluku lambat laun Portugis mulai melakukan Ekspansi ke berbagai pulau yang berada dinusantara.
Belanda mengirimkan De Houtman bersaudara dalam ekspedisi ke Nusantara dengan 4 buah kapal dagangnya dan 250 awak untuk menjajaki Sumatra dan Jawa(banten). Portugis yang merasa terancam atas kedatang belanda di Nusantara Berhasil menghasut Raja-raja Nusantara untuk mengusir Cornelius sang De Houtman senior, sedangkan Federick adik dari Cornelius mati dalam penjara di Sumatra Belanda pulang dengan pasukan tersisa.
Belanda memulai kembali penguasaan di Nusantara dengan actor sang Ahli Akuntan dari belanda JP Coen Gubernur Pertama VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) dalam sistem kamar dagangnya dan kekuatannya dapat menjerat dan menguasai Nusantara selama 3 Abad (KATANNYA). Penjajah lain (Portugis, Spanyol, Inggris dan Jepang) hanya singgah dalam kurun waktu yang singkat.
Belanda dengan aktornya VOC, Namanya juga PENJAJAH pasti tidak terlepas dengan dosa kejahatan perangnya. Pembunuhan pribumi yang melawan atau mati dalam sistem kerja paksannya. Selebihnnya rakyat Nusantara hidup normal seperti bertani dan berdagang, sistem pemerintahan diatur oleh bangsa belanda bahkan belanda mengatur sistem naik haji bagi penduduk pribumi Nusantara, Belanda sampai kewalahan untuk mengatur Jemaah Haji dari Nusantara dikarenakan sangat banyaknya minat pribumi untuk berhaji maka dari itu Belanda memberi gelar “HAJI” bagi masyarakat pribumi yang pernah berhaji. Sistem KUHP pun diterapkan oleh belanda jadi pribumi yang berbuat jahat seperti mencuri atau membunuh di hukum secara normal.
Namun KEJAHATAN TERBESAR belanda terhadap Indonesia adalah upaya pembodohan terhadap pribumi Nusantara. Pembodohan Sejarah, pendidikan dan mental. Hakikatnya dari penjajahan adalah bukan penjajahan kekayaan alam semata namun penjajahan Mental. Penulis dari Swedia Juri Lina, yang pada tahun 2004 menulis buku kontroversial “Architects of Deception-the Concealed History of Freemasonry” Berpendapat bahwa sejarah Indonesia bukan sejarah asli karena sudah dikaburkan dan dibengkokkan oleh belanda, menurut Juri ada tiga cara untuk melemahkan dan menjajah suatu negeri
Kaburkan Sejarahnya
Hancurkan Bukti-bukti sejarahnya agar tak bisa ditemukan kebenarnya
Putuskan hubungan mereka dengan leluhurnya.
Bayangkan saja belanda berada di Nusantara itu selama 3 abad lamannya dan melakukan 3 hal diatas. Menghancurkan peradaban Nusantara, mengkaburkan sejarahnya dan menhancurkan MENTAL para pribumi Nusantara, Leluhur kita adalah orang-orang pirmitif, bodoh, terbelakang dll. Bayangkan dari abad 16 sampai abad 19 Nusantara(Indonesia) dibatasi akses Informasi, Ilmu pengaetahuannya dan dijajah MENTALnya. Sementara bangsa luar sana sedang berlari KENCANG.
Mengakibatkan negeri ini sangat lemah dalam hal Filologi(Kemampuan minyimpan berkas-berkas sejarah). Tidak seperti bangsa-bangsa lain yang mempunya bukti-bukti sejarah yang lengkap seperti perkamen-perkamen, tulisan-tulisan dari para penyair atau buku asli(ataupun tiruan jika ada) dari para penulis sejarah yang berumur ratusan atau ribuan tahun. Lihat mesir yang banggannya mereka dengan Peradaban Fir’aunnya, lihat India, Cina mereka mempunya bukti sejarah peradabannya dengan lengkap.Terus Kita apa…. Apa yang kita punya…..?
Jadi KITA ITU KETURUNAN BANGSA HEBAT KAH?? SEBERAPA HEBAT LELUHUR KITA? Apakah benar kita itu keturunan BANGSA ATLANTIS? Atau Keturunan dari Nabi Musa As, Atau MUNGKIN Keturunan Nabi Syits(Keturunan Langsung Nabi Adam As), Apakah Benar Alxander The Great adalah ISKANDAR MUDA AGUNG dari Nusantara????? Tidak anehkah kalian dengan muncul gerakan boedi Oetomi secara tiba-tiba? Sejauh Apakah Soekarno dan Soeharto JUJUR dalam sejarah Indonesia?.
Entah sejauh mana belanda menJAJAH seJARAH kita, seJARAH memang diTULis uLANG oleh sang PEMENANG, tapi sejarah kita ditulis ulang oleh BELANDA, jadi siapakah SANG PEMENANG itu?
Sekarang apa kita masih berfikir Sejarah Bangsa kita ini sudah di jalur yang benar? Entahlah. Itu jawaban dari saya dalam Renungan

Facebook Comments Box

2 comments

Tinggalkan Balasan ke Aku BENCI Al-Qur’an – Coretan Pelajar Cancel reply

WhatsApp chat